Thursday, November 26, 2015

Fandom Appreciation Post : INDOHUNGERGAMES




If you follow my blog closely, you'll know that other than a loud obnoxious corny writer, I'm an avid Hunger Games fan.

Seperti yang pernah gue ceritain disini dan disini, gue mengenal The Hunger Games di pertengahan 2010.
Gue inget banget menemukan rekomendasi The Hunger Games di sela-sela timeline twitter Gramedia Pustaka Utama saat itu dan penasaran karena katanya buku ini keren banget (lalu mempertanyakan kenapa seri sekeren itu tidak kedengeran hype-nya sama sekali)
Jadilah gue, yang saat itu masih PKL (a.k.a internship) di salah satu travel agent di Jakarta mengorbankan uang mingguan gue untuk ngacir ke toko buku Gramedia terdekat dan mendapatkan satu copy buku The Hunger Games.


buku tidak diketemukan karena masih dalam masa peminjaman abadi seorang teman



Yang langsung gue habiskan malam itu juga tanpajedasamasekalisepertiini, saking nggak bisanya gue melepas mata gue dari barisan cerita yang ditulis oleh Suzanne Collins.
Seingat gue, itu mungkin kali pertama gue bela-belain begadang demi menghabiskan sebuah buku.
(The Maze Runner was the second, waaaay after that)

Uang mingguan selanjutnya juga gue langsung habiskan tak bersisa untuk Catching Fire.


maaf bindingnya sudah cacat, jadi agak berserakan seperti entrails yang suka diberikan Katniss ke Buttercup

Minggu depannya pun (ya, masih berbekal uang mingguan tak seberapa yang gue terima dengan mata berkaca-kaca), gue berniat membeli Mockingjay, yang baru gue sadari ternyata belum terbit sama sekali ! (oh the horror !)

But I think I put it in the back of my mind for quite a long time, sampai akhirnya....


Pada Desember 2011, (on that fateful day !), gue yang saat itu sudah bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang F&B, sedang turun makan bersama senior gue ke pusat perbelanjaan kecil yang memang bersebelahan dengan gedung kantor kami, dan menemukan banner ini !



Dan disanalah pertemuan kami dimulai.





Setelah ditimpali oleh salah satu Gamemakers di twitter bahwa bukan, ini bukan acara launching seperti yang gue kira, melainkan bentuk dukungan yang digalang oleh komunitas penggemar The Hunger Games di Indonesia agar GPU segera menerbitkan Mockingjay, gue pun mendekati booth mereka dan mengatakan gue suka sekaliiii sama Hunger Games hingga akhirnya gue turut ambil bagian dalam Vote for Mockingjay lalu mejeng di blog mereka. 

Hooray ! Aku masuk tipi !


Juga diberikan kenang-kenangan.

Hooray ! Aku dapat hadiah !

Sore setelahnya, gue bergegas mampir ke twitter @IndoHungerGames alias IHG dan menjadi follower mereka.
(Dan sering merecoki para admin untuk ngobrol seputar THG dengan annoyingnya.)
(Dan almost religiously attended every single event held by them ever since heehee.)


But, here's the thing.
Aslinya, gue adalah orang yang sangat sangat sangat pendiam. Dan sangat anti-sosial.
(I'd rather be holed up in my room reading books or watching k-dramas or watching reality tv than joining the crowd)
Tapi entah kenapa gue dan adik gue (yang gue racunin setelah itu) selalu excited kalau ada acara IndoHungerGames.

Hal yang selalu menjadi topik perbincangan dengan adik gue setiap kali pulang dari acara IHG adalah mereka tidak pernah menunjukan keangkuhan atau superiority complex layaknya pelopor komunitas besar di Indonesia.
(TIDAK PERNAH. CAMKAN ITU.
Sungguh berbeda dengan panitia komunitas-komunitas idola dalam dan luar negeri yang pernah gue ikuti cukup sering pada jamannya xD)

Dari followers masih di angka puluhan hingga sekarang SEBELAS RIBU, mereka selalu menyambut tributes baru dengan tangan terbuka dan senyuman merekah ala Caesar Flickerman.
Tidak ada batas sama sekali antara Gamemakers dengan tributes.

Kita bisa selfie-selfie aneh seperti ini



atau duduk-duduk piknik sambil mendengar lagu-lagu yang sedang hits kala itu (sewaktu di simulasi The Ultimate Hunger Games Experience)





Selain dua sahabat dan dua saudara perempuan gue, gue mungkin tidak pernah merasa seklop ini dengan orang lain.

Berada di komunitas IndoHungerGames itu seperti menyapa kawan lama, seperti pulang ke rumah.
Selalu ada nyaman yang tak bisa dijelaskan kata-kata.
Selalu ada rindu untuk singgah. 

[Cheesiness detected]

Intinya, untuk gue, IndoHungerGames adalah satu-satunya komunitas yang benar-benar terasa seperti keluarga.
Yang melihat tributes lain bukan sebagai anggota tapi sebagai saudara yang saling menjaga.



Dan kemarin, IHG baru saja selesai menyelenggarakan acara akbar tahunan mereka.
Ralat, acara akbar tahunan terakhir mereka.







#NONBARIHGFINALE


Daaaan.. Sekali lagi, gue makin yakin bahwa IndoHungerGames adalah komunitas yang luar biasa. Dengan adanya Tributes Appreciation (yang kebetulan diserahkan ke gue *berkaca-kaca*)


Hooray ! Aku dapat hadiah lagi !


Tunggu, tunggu. Sebelum lo semua mengernyit pada kenarsisan gue.
Keluarbiasaan IHG ini bukan karena mereka memberikan penghargaan ke gue secara spesifik.
Tapi karena mereka bahkan bisa kepikiran memberikan Tributes Appreciation ke siapapun tributes di bawah naungan mereka.

Sementara tributes Indonesia-lah yang mendapat tempat untuk spazzing, untuk ngerusuh, untuk bertemu kawan baru, untuk seru-seruan, untuk meluapkan euforia mereka akan eksistensi salah satu trilogi terbaik sepanjang masa ini lewat IndoHungerGames.

It is you guys (Admins, Gamemakers) that deserve to be appreciated.

To the unknown long hours and sleepless night,
to those tired working hands and sweats behind the spotlight,
to those sincere hearts welcoming us,
Stay Alive, IndoHungerGames.

Please do.

(Dan sekali lagi, Terima kasih.)


Thursday, October 22, 2015

The Dom & Colin Podcast: Why everyone should watch The Genius

The Dom & Colin Podcast: Why everyone should watch The Genius: In a massive stroke of good fortune earlier this year I stumbled across The Genius, which for my money is the best reality competitio...

Thursday, September 17, 2015

Note to Self

If you're feeling down now, remember and realize that you're one of a few percentage of people in this earth who are living their childhood dreams #humblebrag

Thursday, July 23, 2015

Hello, Goodbye !

Jadi ceritanya gue baru aja menyiarkan cover baru untuk #LC3 di twitter @Love_Command


Dan nggak tahu kenapa, I get kind of choked realizing that I have to be ready to say goodbye to this baby *for real* now.
Disamping segala kekurangan LC dalam segi penulisan dan banyak hal (I'll get to it later on another post, I promise), gue nggak bisa memungkiri bahwa LC sudah menjadi bagian di hidup gue selama lebih dari 5 tahun.
Hell, kalau LC itu manusia dan kami pacaran mungkin kami udah siap nikah sekarang
Mulai dari saat LC bentuk fanfic dulu, ada kejadian childish fanwar over child-ish *literally* shipping fandom lah, lalu jumlah pembaca yang ngobrol soal post-an LC terbaru tiap minggu di timeline twitter yang masih bikin gue nggak nyangka sampai sekarang kalau diingat, lalu ada juga kakak pembaca yang bikinin fiksi musikal untuk LC dan membuat gue tersanjung [hai hai, kak Sofi ? :)] dan beribu hal lainnya.

I'm not going to be "sok" modest because I was truly flattered by all that. But, all I have to say is that I will be eternally grateful for everyone that made this little writing could turn into something BIG *exclusively in the fandom* that time.
Gue nggak tahu bagaimana kabar teman-teman sekarang (baik teman-teman yang support atau pernah "bergesekan" dulu). Kayaknya sih kebanyakan sudah pada move-on ke fandom lain atau malah RL ya.
Mungkin kalau diingat sekarang, kita silly banget nggak sih pernah fanwar gara-gara beginian ?
Spent emotionally and all. LMAO.
That's a good thing, tho ? We look back and realize that "Kita semua udah dewasa sekarang.."
It's usually those little stupid, ridiculous things that worth the most in memories, no ?

Sampai akhirnya, keberadaan cerita ini membuka jalan untuk mewujudkan impian gue menjadi seorang penulis.
GPU, penerbit yang mungkin produknya ada paling banyak di rak buku gue, menerima naskah mentah cerita ini dan memutuskan untuk memecahnya jadi trilogi.
Dan sejak cerita ini menjadi novel, gue juga jadi belajar makin banyak hal.
The first and foremost is, soal kritik, mostly constructive criticism :D. (I'll get to it later on *that* same another post too, I swear)
Juga soal editing dan revisi, yang sangat amat nggak gampang.
Yang gue sadari, jauh jauuuuh lebih susah dari menulis draft pertama *bentarkepojokandulumaumerenungdanmeratap*

Gue juga mengerti kalau cerita ini dan *gue* sendiri bermula dari fanfiction, yang nggak tahu kenapa ya, mungkin untuk segelintir orang bukan sesuatu yang pantas dibanggakan *yesiheardthisfromalittlebirdie*
Tapi hey, in the end of day, everyone has their own journey, their own war to fight.
So, I'm not gonna dwell on that and just be happy (or should I be sad, instead ?) that a part of my life has reached a finish line. Regardless of people's perception of it later.

Jadi, terimakasih banyak untuk teman-teman yang sudah menjadi bagian dari cerita ini, untuk pembaca novel yang memberikan kesempatan, terlebih untuk teman-teman lama di komunitas lama yang nggak bisa disebutkan satu persatu.
Terimakasih sudah mau membaca, menghargai dan meluangkan waktu untuk berbincang dan menyampaikan isi pikiran kalian pada suatu kali di masa dulu.
Dan sebenernya curhatan panjang di atas cuma prelude untuk satu pertanyaan ini
"Apa kabar ?"

J

Tuesday, February 5, 2013

Bahagia Itu Sederhana


01. Secangkir kopi tanpa ampas sebagai pelengkap novel belum terbaca yang baru diketemukan.
02. Api unggun, gitar dan lingkaran teman-teman.
03. Selimut hangat, liburan dan pagi berhujan.
04. Sakit perut karena tertawa cekikikan.
05. Ide cerita yang menetes cepat, meminta untuk segera dirembesi dalam tulisan.
06. Angin yang menerpa wajah di tengah deru motor dan kilasan kabur jalanan.
07. Dufan !
08. Janji keluar nonton atau makan bersama sohib kental setelah seharian hanya mendengar ketikan keyboard dalam ruangan.
09. Melihat senja dari jendela.
10. Memeluk Oma sebelum berangkat kerja.
11. Menemukan pengamen bersuara keren dalam bus kota.
12. Malam sebelum mendatangi konser atau pergi jalan-jalan keesokan harinya.
13. Setelah menangis meraung-raung karena drama korea.
14. Mendengar pendapat membangun teman-teman setelah mengunggah karya.
15. Bau hydrangea
16. Menemukan cerita yang saking bagusnya sampai kepingin bertemu penulisnya dan mencucurkan air mata.
17. OTP melakukan hal yang tak disangka-sangka.
18. Menyusun rundown & mencari nama unik buat acara
19. Menemukan lagu yang masuk range suara dan ga terdengar maksa
20. Main capsa
21. Hari dimana rambut terlihat lebih bagus dari biasanya
22. Widya wisata
23. Masakan Oma
24. Menunggu berita terbaru tentang perkembangan mimpi yang jadi nyata dalam surat via dunia maya
25. (Keinginan) Menulis sampai tua

Friday, November 9, 2012

A Post With Lots of Rant and Exaggeration

I LOST MY SMARTPHONE ON THE BUS THIS MORNING
@!*&^%$#@)*_^*+
And when my friend contacted my number around 15 minutes after we got off from the bus, my phone was already turned off.
And Oh. My. Goodness.
I CAN'T BELIEVE I LOST ALL THE MEMOS INSIDE WHICH ARE FAR WORTHIER THAN THE PHONE VALUE ITSELF.
My novel script's revision notes, ideas scribbles, 4 fics i'm about to do.
OGODTHISHURTSSOBAD /FANNINGMASELF
I have this habit to store everything that popped up in my head -especially random ideas- into my smartphone, rather than directly type it on pc -i never save any of my ideas list on pc anyway-. Because it's more effective and easier to do that way.
So....
I'M SO MAD AT MYSELF ACTUALLY FOR LOSING THEM MY PRECIOUS WORKS, AND I JUST HAVE A BACKUP OF ONE FIC MENTIONED ABOVE WHY AM I SO DUMB /FANNINGMASELFAGAIN

Burn in hell Bless your souls, dear thieves.

ps : Pardon me, I'm still in haze

Wednesday, November 7, 2012

Lost

I'm losing myself.

And somehow, my reason to live for.

Life's no longer providing it's excitement for me.

Day's no longer promising it's unexpected path of journey for me.

I miss school times.

I miss writing in the middle of math or Indonesian class. Scribbling notes in the corner of my text book.

I miss going to school's library, scrutinizing the shelves to pull out a book and the smile i'll plaster on my face as I anticipate the other universe I'm about to enter.

I miss getting back home in the afternoon. Spacing out, trying to catch the inspiration outside that knocks my ride's window.

I miss hanging out after school with my girls.

I miss organizing school's annual event.

I miss Mrs. Sri's punishment.

I'm tired of working my arse out for something i don't like. Forty hours per week.

I'm tired of people judging writing is not a REAL job.

I'm tired that somehow life needs money too much and we're slaving for it.

I'm tired.

Can't i get my life back ?

Friday, October 5, 2012

Sheepman, Dark Hallway and A Piece of Neil Gaiman

I woke up from a very strange dream this morning. Dunno whether it had something to do with the Haruki Murakami's Dance Dance Dance that I just read the dawn before or not.
But the dream found me trapped in parallel dimensions and several alternate realities. (Which is not related with DDD at all ? I don't think DDD is sci-fi..)
Like what, I jumped into one reality wherein the current date were 70th august 2030, really ? I even asked my maybe-not-so-real mom "70th ? August ?" And she (it?) answered "Yes,"
And I was kind of struggling in my dream (or my sleep or my.... whatever) to find the real dimension which I belonged in (read : the same dimension where you read this post yeah) and voilà, with so much difficulty *coughexaggerationcough* to open my eyelids or maybe logically, i was just too lazy to wake up, I finally managed to get up in a daze, before muttering "What the hell," then reached for my phone and typed this post on my note before I posted it here at 10:06 today (and then you read it).
So yeah, blame it on the sheepman, and the dark hallway on the 16th floor, and a piece of Neil Gaiman (and Michael Reaves and their Interworld books and the Janices in the other AUs who decided to show me that they exist.
Who knows ?)

Friday, August 3, 2012

The Last Curtain Call : Love Command

Part pertama cerita ini gue post tanggal 10 Mei 2010 di fansite idolaciliklovers.ning.com.
Berbekal ide sehabis nonton Boys Before Flowers dan komik Kitchen Princess, gue mengembangkan ide cerita yang entah sudah sejak kapan bersemayam di kepala gue. Awalnya gue ga ada rencana bikin fanfiction, cuma novel-novelan ^^
Tapi akhirnya gue pun membentuk ide ceritanya ke dalam fanfiction.
Sempat stuck di part 13, gue akhirnya melanjutkan lagi ke part 14 sampe akhirnya Ning tutup karena mulai berbayar.
Sejak itu rumah LC pun pindah ke blog gue ini dan juga facebook.
Meluncurkan 35 Part menghabiskan waktu lebih dari 2 tahun. Gila ga tuh ? Ini mungkin fanfiction terlama yang ga selesai-selesai (jangan itung yang hiatus ya hehehehe)
Sebenernya sih part 35 udah selesai dari September 2011, tapi baru gue post sekarang karena ceritanya gue mau nunggu keputusan penerbit 'deket rumah' yang coba gue masukin naskahnya.
10 bulan belum dapat kabar gue memutuskan untuk ngepost aja. No harm lah gue pikir. jadi beban juga buat gue tiap buka fb ada wall / message nanyain ini mulu xP
Anyway, gue melewatkan banyak sekali hal saat menulis fanfic ini. I'm gonna be frank as Kim Keybum now hahaha.
Sejujurnya, gue suka banget ngepo nge-search keyword 'Love Command' di Twitter tiap abis ngepost. Kalau ada yang muji, gue senyum-senyum. Kalau ada yang ngritik (membangun), gue manggut-manggut, kalau ada yang ngritik (menjatuhkan) gue elus-elus Onew *eh elus-elus dada maksudnya.
Yang paling ga terlupain adalah saat fanfic ini sepertinya sempat memicu perdebatan antara dua komunitas coupling. Gue inget banget sampe gue makan hati nyolot-nyolotan di twitter karena hal ini.
Gue pernah merasa menyesal membuat fanfic ini, dapet omongan ga enak sana-sini. Entah katanya bahasanya ga jelas lah, mengada-ada lah. Namanya juga fiksi bro, kalau gue nulis biografi ya wajib hukumnya kayak fakta, lah ini kalo gue mau bikin tiba-tiba ada naga terbang juga terserah (oke ini ga relevan sebenernya wkkkk)
Ada teman-teman yang berubah menjadi ga teman lagi. Kalau dipikir-pikir lucu sebenernya. Bahkan hal-hal di cerita ini cuma hidup di pikiran gue, kenapa bisa sampe kejadian begitu. Hanya Tuhan yang tahu.
Kadang gue senewen dan mikir kenapa orang ini ga suka tapi masih baca. Untuk mencari kesalahan ? I pitied you for drowning yourself in sin, dear.
Bahkan karena suatu masalah yang berjudul 'Pathetic' gue kehilangan nafsu untuk mempublish kelanjutan cerita ini.
Sempet juga ada kejadian dimana seorang pembaca mengirimkan message dan wall ke fb gue dengan begitu dramatis, menanyakan kenapa idolanya dibuat antagonis.
Dear, Sayang, Cinta apalah yang kau takutkan ? Judgement orang ? Kalo idola tidak seperti itu di dunia nyata untuk apa lo takut ? Janganlah terlalu termakan pencitraan di cerita fiksi, semua itu cuma fiktif di otak sang penulis.
Kids these days /shakesheadinsympathy/
Dan oh. Sejujurnya gue juga sedih kalo ada orang yang baca cerita gue hanya karena nama tokoh / coupling yang gue pakai. Wah. Berarti cerita gue ga ada artinya dong, selain karena nama tokohnya. Kalo gitu nanti gue bikin aja cerita isinya nama semua ;p hehehehe jk.
Tapi yang bikin gue senang, -dulu- sempat ada temen-temen dari 'fandom' lain yang nyoba baca cerita gue (karena kemungkinan pergantian coupling ?) tapi pada akhirnya tetep lanjut baca walau couplingnya ga ganti, orang-orang seperti ini yang menyadarkan bahwa ternyata cerita gue masih layak baca ^^ Terimakasih seribu T^T
Anyway i'm no longer in that community and so aren't them -sepertinya-, jadi i'm no longer holding a grudge whatsoever. Apa yang ada di masa lalu, biarlah tetap di masa lalu. Melihat ke belakang, gue menyadari that i should've not give a damn about what people say.
Tapi, apa yang terjadi membentuk cerita ini dan juga gue sampe sekarang.
Jadi gue berterimakasih sama orang-orang yang pernah mencela, menjatuhkan, memuji dan menyupport cerita ini.
Sempat juga ada kasus copy mengcopy dan plagiarism yang menambah semaraknya perjalanan ff ini. Kadang juga tiap abis ngepost yang nuntut part selanjutnya udah banyak. Padahal gue membutuhkan minimal 1-2 minggu buat nyelesaiin satu part. Heheheh
Teman-teman sekolah gue dulu mungkin tahu gue suka spacing out sendiri pas ngumpul. Mereka ngobrol, gue diem kayak retard mikirin outline buat part selanjutnya. Gue dulu suka banget nyolong-nyolong nulis pas pelajaran B.I, Mat sama B. Ing (maafkan aku wahai bapak dan ibu guru). Ga terasa, mulai nulis 2 SMA, sekarang gue udah kerja aja ^^
Yang jelas gue mau berterimakasih sama kalian semua. Pembaca, pencela, penggojlok mental gue. Terimakasih mau meluangkan waktu kalian untuk membaca dan setia menunggu kelanjutan kisah ini.
Ada duka, ada juga sukanya. Jumlah like, comments dan stats rasanya selalu bisa membayar kerja keras gue memutar otak :D Gue seneng kalo cerita gue bisa jadi bahan spazz kekekeke narsistic me :p Dan gue juga ingat sekali saat para lempers mendoakan gue saat sakit DBD dan mendoakan Papa gue juga saat beliau masuk rumah sakit. You're all the best readers that one could ask for ^^
Terimakasih banyak mau menemani Ryo, Shilla, Gabriel a.k.a Arya dan lain-lain sampai ada dititik ini.
Mungkin cerita ini ga sehebat cerita-cerita lain di luar sana, tapi gue berharap cerita ini bisa selalu ada di ingatan kalian. Bukan karena nama tokoh yang gue pake, bukan karena couple yang gue usung, tapi karena ceritanya sendiri.
Dengan segala kerendahan hati, Janice Nathania akhirnya berhasil menuntaskan cerita ini dengan dukungan kalian.

Terimakasih. Sekali lagi, terimakasih ^^

Special Thanks :
Ka Sofia : yang udah bikinin fiksi musikal LC part 22. It's such an honor /sobs
Ka Echa Achie : bantuin Janice yang gaptek ini buat bikin link khusus LC di blog
Bosper a.k.a Deya : yang bikinin twitter & fp LC, masih setia sama LC sampe sekarang dan tahan ngadepin gue yang suka senewen sendiri
Makci : yang jadi admin kedua twitter ^^
Silvi : yang waktu jaman sekolah setia jadi temen tuker pikiran gue soal outline cerita (Ingat SWC !!)
Hilda, Ling2, Shella, Saron, Geo : suka baca dan suka dengerin gue kalo lagi nyap-nyap xD
Acha , Lana, Jelin: Ga pernah baca LC tapi suka dengerin gue ngoceh-ngoceh juga
Pak Anjar, Sir Doni : Guru-guru SMK Paramitha 2 yang -kata Khusnul- baca cerita gue (astaga malu saya Pak >.<)
3hrp : makasih untuk dukungannya guyssssss
Semua yang pernah dan masih jadi Lempers ^^ yang suka bombardir di twitter di fb di blog, makasih ga pernah cape neror hahahaha words can't describe how much i'm grateful for having you all.

JN, Over and Out.

PS : anyway, it's okay to not hit my follow button on twitter. I'm no longer in the community. I spazz insanely about my k-pop fandom now ^^ to prevent future disappointment heehee. Thanks everyone. Do leave a comment, maybe ?

Wednesday, August 1, 2012

Teralienisasi

It has gotten so much better now. But there was a time that i felt alienated from another people -like some weeks ago, for example-
Seperti semua orang sudah hidup di dimensi berbeda, hanya saja kita sama-sama terjebak di refleksi medan-antara.
Entah kenapa gue merasa aneh melihat orang berinteraksi satu sama lain.
Gue asing melihat orang-orang di timeline twitter gue. Mereka seperti bicara bahasa decapod, saat gue cuma bisa menerjemahkan bahasa hobbit.
Menarik diri dan cuma memperhatikan dari kejauhan rasanya satu-satunya jalan yang tepat, dengan itu tanpa sadar frekuensi nge-tweet gue pun berkurang.
Mungkin bener kata bang Raditya Dika.
"It's funny how the older you get, the more estranged you feel from other people. Maybe life is all about being alone."

Tuesday, July 10, 2012

[Re-Blog] Jakarta Untuk Warga by Pandji Pragiwaksono

Waktu itu saya masih kelas 1 SMP, masih optimis, penuh semangat, idealis dan tidak punya anggapan buruk pada dunia.. Saya duduk melantai di pinggir lapangan basket, sambil nonton senior senior bermain basket. Mungkin semalam hujan, soalnya di beberapa area lapangan ada genangan air. Termasuk salah satunya di dekat saya. Pada satu waktu, bola basketnya memantul dari ring dan jatuh di genangan air dekat saya. Airnya terciprat dan wajah saya kena. Teman teman saya ketawa, sayapun ketawa, menertawakan kesialan itu.. Senior saya tertawa sambil mengambil bola basket tadi, tapi kemudian bolanya dgn sengaja dipantulkan ke genangan tadi, dan lagi, wajah saya kena cipratan Kali ini, saya kaget dan sedikit marah karena dia melakukan itu dengan sengaja.

Senior saya, melihat ketidak sukaan di wajah saya langsung berteriak keras, sengaja menarik perhatian teman temannya, “Nggak suka?? Ha? Nantang?” Tiba tiba saya dikerumuni para senior, dan setelah itu mereka menimpuki tubuh saya dgn sejumlah bola basket Mungkin 3-4 bola basket ditimpuki berkali kali ke tubuh saya Saya ingat sekali, ketika terjatuh di lantai sambil melindungi tubuh dari siksaan itu, saya melihat ke sekeliling… Teman teman saya berdiri dan hanya melihat.. Tidak ada yg membantu.. Takut mungkin, atau tidak peduli.. Entahlah Yg pasti saya ingat sekali saya memejamkan mata, menunggu mereka puas menimpuki saya dgn bola sambil menahan rasa marah.. Saya bukan marah kpd senior yg menyiksa Saya bukan marah kpd teman teman yg diam saja Saya marah kpd diri sendiri, kenapa saya melawan? Kenapa saya tidak diam saja? Kenapa saya tidak menjauh saja ketika saya ditantang? Saya tidak lagi berurusan dgn senior senior itu keesokannya, tidak juga seterusnya. Tapi sesekali saya melihat mereka mengasari anak lain Walau hanya sesekali, tapi orang orang itu telah membuat saya males sekolah Enggan bersosialisasi Saya diam di kelas Kalaupun main, hanya dgn beberapa teman, sambil mencari pojokan sepi Orang orang itu membuat hilang antusiasme saya akan SMP tersebut.. Ternyata, saya tidak sendiri. Banyak yg males sekolah karena lingkungannya bikin kami tidak betah. Tiap hari kuatir dan takut.

Bayangkan, hanya segerombol anak anak.. But they succesfully sucked the life out of that school. Begitu buruknya keadaan, hingga saya menyalahkan diri saya sendiri karena berusaha melawan Begitu buruknya keadaan, hingga yg lain males menolong saya, atau menolong siapapun.. Males atau takut. Entah yg mana. Mungkin keduanya. I hated that school, just because of several bullies. Hari ini, saya sudah menikah, 2 anak, punya karir, saya sudah jauh meninggalkan masa masa SMP tapi sensasinya, masih terasa. Namun kini, SMP tersebut berubah wujud menjadi kota tempat tinggal saya DKI Jakarta. Karena segerombol orang brengsek yang terorganisir, kita kehilangan kenikmatan hidup di Jakarta Some of us may never complained, but nevertheless, problems exist Kita sudah terlalu muak dan capek untuk mau mengubah keadaan Bahkan ketika kita tahu byk yg butuh bantuan. Kita diam. Mungkin males, mungkin takut, entahlah.

Kini, muncul 2 orang. Berani melawan Tidak datang dari geng manapun, independen istilahnya tapi mereka berdiri dan menantang keadaan Namanya Faisal Basri & Biem Benyamin Pasangan nomor urut 5 ini bukan hanya berani melawan, mereka bahkan menyerang Satu satunya pasangan yg terang2an di media bilang akan menindak ormas yg membuat keresahan. Dlm satu waktu bahkan menyebut FPI Satu satunya pasangan yg dalam debat resmi KPU di TVone mengucapkan dan mengangkat pluralisme, kemajemukan, harmonis dlm perbedaan Beliau di satu diskusi terbuka dgn lantang mengkritisi pengusaha pengusaha properti, di depan pengusaha pengusaha itu sendiri, termasuk bakrieland (kejadian ini terjadi di atamerica) tentang bagaimana mereka jadi bagian dari pengusaha properti yg membangun kota dgn menelantarkan kesejahteraan rakyat Satu satunya yg mengajak rakyat untuk kencleng di saat rakyat terbiasa dikasih uang Satu satunya yg bagian dari programnya ketika menjabat, adalah mengajak warga Jakarta ikut bekerja bersama kegubernuran dlm membangun Jakarta.

Bayangkan, musuhnya FaisalBiem pasti banyak:

Ormas yg selalu menyebarkan kecemasan.

Kalangan yg tdk bisa menerima keragaman.

Pengusaha pengusaha properti yg selama ini diuntungkan gubernur.

Rakyat yg terbiasa dikasih duit dan kaget ketika dimintai duit.

Rakyat yg pengennya terima jadi, dan males diajak berdaya bareng.

Partai Politik dan politisi yg ada di dalamnya

Semua yg di atas, pasti akan memusuhi FaisalBiem Semua akan menghajar habis habisan FaisalBiem FaisalBiem melakukan hal di atas, karena memang itulah yg harus dilakukan utk jadikan Jakarta lebih baik. Utk menciptakan perubahan, jelas FaisalBiem akan mengganggu ketenangan status quo. FaisalBiem rattled a lot of cages, because it was necessary Kura kura bisa hidup dgn aman dan nyaman di dalam perlindungan tempurungnya, tapi kalau dia mau maju, kura kura harus berani keluarkan kepalanya dan berjalan maju FaisalBiem sticks his neck out For us. He sold his house, for us He stood out there, amongst political giants, for us. He played the game with very limited budget, amongst rich bastard with limitless budget, for us He fights a game with slim chance to win, for us! Sekarang, saya bagaikan anak SMP lagi.. Tapi kali ini saya di depan kelas yg melihat anak lain berdiri menantang para bullies Saya teringat ketika saya terjatuh di lantai, meringis kesakitan, melihat sekitar dan teman teman saya diam ketika saya menantang. Entah takut atau tidak peduli. Kini, saya menolak utk diam Saya sadar sekarang, melawan, adalah tindakan yg benar. Saya tidak mau, seperti SMP saya dulu, Jakarta jadi kota yg tiada harapan karena para bullies petantang petenteng.. Maafkan saya karena berisik di twitter mendukung kandidat nomor 5, tapi saya melakukan itu karena saya begitu menginginkan perubahan untuk Jakarta Saya melakukan itu karena sedang memperjuangkan Jakarta Saya maju, tanpa dibayar, tanpa diimingi jabatan, karena saya ingin menemani FaisalBiem, berdiri disampingnya, melawan bulliesnya Jakarta If i have the chance to throw a jab on those crooked politicians, i will. And i did. Para bullies pikir FaisalBiem akan berdiri sendiri, mereka salah.

Para bullies pikir kita tidak akan melawan, mereka salah. Ingat ini baik baik: mungkin kita menang, mungkin kita kalah, tapi setiap individu yang berjalan ke bilik suara utk mencoblos nomor 5, adalah sebuah pernyataan. Setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah jari tengah kepada politik busuk. Setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah kepalan perjuangan terangkat ke atas. Setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah doa memohon kebaikan bagi Jakarta Setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah bukti bahwa sindiran orang orang yg menganggap masyarakat twitter terlalu manja dan malas untuk mencoblos, SALAH. Coblosan kita untuk FaisalBiem, bukan hanya untuk rakyat kelas menengah Tapi untuk rakyat kecil juga. Secara spesifik juga utk anak muda, perempuan, untuk rakyat yg mencari uang di pasar tradisional, dll Saya jatuh cinta dgn program program FaisalBiem (terutama 5 program untuk anak muda) yg menurut saya jelas keberpihakannya, keren dan terpenting: realistis Silakan ditonton program programnya di youtube page faisalbiem Kita mencoblos FaisalBiem, bukan hanya untuk Jakarta, tapi untuk Indonesia. Jakarta memegang peranan penting dlm pelaksanaan pemilu presiden 2014. Tanggung jawab kita besar terhadap saudara saudara kita di seluruh pelosok Indonesia. Sadari, bahwa setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah bantuan nyata kpd rakyat Indonesia utk menetralkan kota Jakarta dari kontrol parpol menjelang 2014 nanti. Sekarang, mari bicara kemungkinan: Seberapa besar kemungkinan kita menang? Kecil. Bahkan banyak orang anggap nyaris tidak ada. Sahabat saya, Pangeran Siahaan (aka HappyFeet, aka Bajaj Dance) bilang: Kalau FaisalBiem dlm hasil pemilu berada di urutan ke 4, sudah merupakan kemenangan untuk kita. Karena itu berarti, kita ada di atas 1 calon partai. Tanda bahwa rakyat berhasil menundukkan sebuah (atau gabungan dukungan) partai politik. Tapi saya memimpikan sesuatu yg lebih. Saya ingin kita masuk ke putaran ke 2. …… Saya degdegan sendiri menulis kalimat tadi. Karena memang di atas kertas, tidak mungkin. Saya ini antara gila atau nekat, berani beraninya menulis “ingin FaisalBiem masuk putaran ke dua” Tapi coba dengar dulu argumen saya: Mengapa Fauzi Bowo berharap 1 putaran? Karena dia tau, kalau sampai harus ke putaran ke 2, ada kemungkinan dia kalah Makanya, dibiarin ada banyak kandidat pada putaran pertama ini dgn harapan suara terpecah. Strategi yg masuk akal Tapi, bagaimana kalau ada putaran ke 2? Sekedar informasi awal, putaran ke 2 hanya akan diisi oleh 2 pasangan. Yaitu 2 pasangan dgn suara teratas di putaran pertama Saya mau masukin, sejumlah tweet dari Bang Megi @megimargi: “makin banyak golput, Foke makin diunggulkan. Kalau banyak yng milih, pilih siapapun, prosesntasi suara Foke turun. PT 6,7 juta, kalau yg puas ama Foke misal 2,7 juta (40%) maka ada 4 juta (60%) yg tidak puas. Kalau Golput kayak tahun lalu (37%) kemungkinan Foke lolos satu putaran gede, karena Golput didominasi kelas menengah yg kritis. Tapi kalau Golput bisa ditekan katakanlah jadi 15%, prosentasi kelas menengah kritis yg nyoblos meningkat, peluang satu putaran turun. Sekalipun suara yang golput terdistribusi kesemua oposisi, tetap saja mengurangi prosentase suara Foke jadi syarat 50+1 sulit. Jadi, satu-satunya cara untuk mencegah Foke menang satu putaran adalah meyakinkan kelas menengah kritis untuk nyoblos.”

Kalimat terakhir tadi adalah kuncinya, kalau kita bisa meyakinkan kelas menengah utk nyoblos, kemungkinan Foke menang satu putaran akan turun. Dan kelas menengah di Jakarta, banyaknya luar biasa. Kalau kelas menengah sedikit, lalu mobil dan motor siapa aja itu yg bikin macet tiap hari? Kalau kelas menengah dikit, siapa jutaan orang yg memadati mal tiap hari? Kalau kelas menengah sedikit, untuk siapa sushi tei, starbucks, mcdonalds yg tersebar ke seluruh pelosok Jakarta? Kalau kelas menengah sedikit, utk siapa tuh film Amazing Spiderman yg mengisi sampai 5 teater dlm 1 bioskop? Kalau kelas menengah sedikit, kenapa 711nya Jakarta (bukan Indonesia krn sejauh ini 711 baru ada di Jakarta) profitnya luar biasa hingga mengejutkan Amerika Serikat dan sampai dibahas New York Times? Kelas menengah di Jakarta banyak, namanya juga ibukota, hanya saja selama ini kita dianggap sebagai anak anak manja, pemalas yg hanya memperdulikan diri sendiri. Satu satunya cara membuktikan anggapan itu salah, adalah dgn melangkah ke bilik pilihan dan mencoblos nomor 5 pada tgl 11 juli nanti.

Selanjutnya, Bang Megi berkata: “Foke dah diunggulkan dengan pecahnya suara oposisi, tapi lebih diuntungkan kalau kelas menengah yg benci dia pada golput. Menyalahkan sikut-sikutan antar opisisi sebagai hal yg menyebabkan Foke menang satu putaran adalah tidak fair. Rebutan suara antara oposisi tak membuat suara Foke naik secara signifikan, soalnya segmennya dah benci Foke, tinggal pilih siapa.” Mari kita berhitung kemungkinan kasar, masih dari tweet bang megi: Kalau putaran ke 2 antara FokeNara dan JokoAh.. (Duh ga enak) JokoHok Kemungkinan FokeNara akan menang, mengapa? Karena menurut bang Megi, Islam konservatif tdk suka dgn pasangan Jokohok yg pernah bikin pernyataan yg menyinggung mereka soal pakaian muslim (saya pribadi ga merasa ada masalah, mrk aja yg sensi). Juga kelas menengah akan berduyun duyun milih FokeNara, demi menghindari cengkraman Prabowo thd Jakarta. Sebagaimana org memilih SBY karena tidak ingin Wiranto, Mega, Prabowo, menjadi Presiden/Wakil Presiden RI. Demi menghindari orang orang tadi, rakyat beralih memilih SBY. Hal yg sama mungkin terjadi pada FokeNara vs JokoHok. JokoHok adalah org yg baik. Saya percaya. Tapi ucapan org2 bahwa Jokohok tidak akan disetir mega-prabowo adalah ucapan yg teramat naif, mengingat jokowi pernah berkata “mau tetap jadi walikota Solo” eeeeh besoknya, besoknya nih, bukan bulan depannya, besoknya mencalonkan diri jadi Gubernur. Ditanya di Mata Najwa alasan maju jadi gubernur “Karena disuruh partai” -_-* Gmn caranya mau percaya JokoHok tdk akan disetir partai? Wong kehadirannya sbg cagub-cawagub aja karena disuruh partai. Lah kalo mengutamakan parpol, rakyat di nomor berapa? Kalau jokowi mengutamakan rakyat, dia tidak akan meninggalkan Solo. Dia belum selesai menjabat di sana lho.. Sentimen “asal bukan foke” sangat tinggi, tp berhadapan dgn jokohok, foke diuntungkan dgn sentimen “asal bukan jokohok” yg ternyata juga tinggi.

Kalau putaran ke 2 antara Foke dan Hendarji… Ok lupakan, susah utk saya membayangkan Hendarji masuk putaran ke 2. Bang Megi juga blg, Hendarji di putaran ke 2 akan membuat kelas menengah golput. Kalau putaran ke 2 antara Foke dan HNWDidik, kemungkinan Foke juga yg menang karena sentimen negatif kelas menengah kepada PKS. Jangan salahkan kelas menengah, salahkan Tifatul Sembiring yg kelakuannya aneh aneh di twitter yg notabene isinya kelas menengah semua. Kelas menengah kuatir kpd islam konservatif karena trauma thd pembatalan LadyGaga, kekerasan antar umat, penutupan gereja yg walau terjadi di bogor dan bekasi (yg gubernurnya PKS) isunya dekat dgn hari kelas menengah Jakarta. Sentimen Asal Bukan Foke tinggi, versus sentimen Asal Bukan PKS. Kalau putaran ke 2 antara FokeNara dan AlexNono, menurut bang megi kemungkinan golputnya tinggi. Kelas menengah masih menunggu kelanjutan pemeriksaan KPK terhadap AlexNurdin. Dua duanya dibeking partai yg dekat dgn pengusaha kakap (demokrat dan golkar). Akan seru, tapi menurut bang megi banyak suara yg akan hilang. Saya pribadi merasa, kelas menengah bisa saja bersatu di Foke mengingat Abu Rizal Bakrie sentimen negatifnya tinggi dgn tuduhan pengemplangan pajak. Bakrie life yg bermasalah. Dan yg paling epik: Lumpur Lapindo. Nah sekarang, bagaimana kalau, kalaaauuu, Faisal Basri masuk ke putaran ke 2.. Ini akan jadi momentum. No one gave us a chance. No one believed. Jadi kalau memang Bang FaisalBiem masuk ke putaran ke 2, moral warga akan membumbung tinggi. Jelas. Di putaran ke 2, suara kelas menengah akan semakin tinggi dikarenakan keikut sertaan yg juga meningkat. People started to believe. Ingat piala asia 2007? Waktu masih Indonesia VS Bahrain, yg nonton langsung di GBK belum banyak, perhatian belum tinggi Tapi setelah partai melawan Arab Saudi, tiba tiba harapan bangsa Indonesia membumbung tinggi, sehingga orang berduyun duyun beli kaos timnas, baik yg asli ataupun KW, di partai Indonesia vs Korea Selatan, StadionUmum GBK penuh sesak. Semua karena, mereka mulai percaya. Sentimen Asal Bukan Foke tinggi, tapi tidak ada sentimen Asal Bukan Faisal. Bahkan, kalau anda ada di lokasi debat cagub-cawagub baik yg di TVONE dan MetroTV, anda akan melihat pemandangan yg menarik: Setiap jeda iklan, pasangan nomor 3, 4 , 5 dan 6 ngumpul bareng. Ngobrol, ketawa ketawa, meninggalkan pasangan 1 dan 2. Pasangan 1 dan 2 pun tidak saling ngobrol.. Saya melihat itu dgn mata kepala saya sendiri waktu dateng ke acara Jakarta Memilih-nya MetroTV.

Menurut kesaksian bbrp orang, hal sama terjadi waktu di TVONE Asumsi bang megi dan juga asumsi saya, kalau putaran ke 2 antara Foke & Bang Faisal, seluruh lawan Foke akan merapat di FaisalBiem. If that happens, we can actually win this! Ingat bahwa partai2 ini masing masing ingin Jakarta steril utk partainya. PKS, PDIP, Gerindra dan Golkar memang terkenal tdk harmonis dgn Demokrat. PDIP dan Gerindra mmg oposisi. Golkar dan PKS yg ada dlm koalisi sih mengaku harmonis, tapi pak SBY pasti tdk merasa demikian :p Golkar dan PKS masih berkemungkinan utk bikin kesepakatan politik dgn Demokrat, tapi itu JUSTRU akan membuat kelas menengah bersatu di FaisalBiem Bisakah kita bekerja dgn baik di putaran ke 2? Bisa, terbukti kita bisa bekerja sama dgn baik sejauh ini. Sebagai satu satunya yg efektif menjaring dana kampanye dari rakyat via konser galang dana, Garage sale, merchandising, sumbangan via bank, FaisalBiem membuktikan bahwa kita bisa berdaya bareng bareng. (Hendarji Supandji juga independen, tapi saya bingung uangnya dari mana.. Karena ga terdengar kiprahnya dlm penggalangan dana.. Uang dari mana masih misteri bagi saya) Kesimpulannya begini.. Kuncinya, adalah untuk kita semua yg sudah ngetweet dukungannya kepada FaisalBiem, untuk membuktikan dukungannya dgn berjalan ke bilik pemilihan dan mencoblos nomor 5 Yakinkan teman, keluarga, dengan argumen.

Kalau perlu, beri link tulisan ini ke mereka, atau, print dan sebarkan (tapi jangan nyampah yaa) Nah sekarang.. Warga Jakarta. Perhatikan baik baik: Mereka bilang, kita pasti kalah. Mereka bilang, kita hanya kuat di twitter Mereka bilang, kita hanya penggembira Mungkin mereka benar, memang kita penggembira. Tidak ada yg lebih menggembirakan, dari kuatnya kesempatan perubahan yg nyata ada di tangan kita Uang kita sedikit. Kita tidak didukung uang dari partai Kita tidak didukung uang dari cukong properti yg ingin mendapat pemenangan utk tendernya Kita terbatas akan dana Tidak mampu kita membayar agency terbaik untuk membuat kampanye brilian yg didasari diskusi org2 terhebat dunia periklanan.. Kata mereka, kampanye kita dingin dan tidak tertata dgn baik, memang, mau gmn lagi karena kita hanya bisa berdaya bareng siapapun yg mau menyumbangkan kemampuannya scr gratis Tidak mampu kita membayar musisi musisi dgn bakat luar biasa utk mengendorse kita, apalagi utk ditayangkan di bioskop bioskop ibukota Tidak cukup uang kita untuk membayar buzzer buzzer influensial Tidak punya kemeja berseragam indah macam batik atau motif kotak2, kemarin saja Bang Faisal dan Bang Biem kemejanya beda pas acara MetroTV. Bang Faisal kmrn di MetroTV pakai kemeja pemberian warga, warga tdk mampu tapi ingin membantu. Dia punya usaha bordiran & memberi bang Faisal kemeja dgn bordiran wajah FaisalBiem. Tidak bisa kita bikin dangdutan di mana mana kemudian menghiasi acara gratis itu dgn iklan iklan kita Kita berantakan, tdk indah, tdk elegan, tdk punya uang.. Tapi kita benar. Bagaimana saya tahu kita benar? Disaat kita ramai ramai menulis untuk mendukung FaisalBiem Kubu seberang menulis utk membela dirinya! While we write to support, they write to defend. Do you see now? We write coz we know we are right They write, to prove they are not wrong.

Teman teman warga Jakarta Kita tidak punya apa apa Tapi apa yang kita punya, lebih kuat dari uang Kita punya harapan. Kita punya semangat Kita punya persahabatan, antar individu yg percaya akan harapan penuh semangat tersebut Kita punya diri kita sendiri, dan 1 mulut yg bisa dipakai utk meyakinkan org org lain Kita punya akun twitter, facebook, untuk menyebarkan tulisan tulisan semacam ini Kita punya momentum Dan kita punya pemimpin utk didukung We are underdogs We are proud of it. And its time to bite.

Tanggal 11 juli 2012, mari jalan bersama Anda dan saya Saya akan menggunakan kemeja polos lengan panjang dan menggulung lengannya. Ingin seperti Bang FaisalBiem yg khas bergaya demikian Bersama kita ke bilik suara. Contreng nomor 5. 5 detik, untuk 5 tahun yg lebih baik Kita buktikan Jakarta bukan utk pengusaha jahat Bukan utk parpol Bukan utk ormas Jakarta untuk kita Jakarta untuk warga More than knowledge, we have imagination We see things more than what they are, but what they could be. They cant find common sense in what we do. Of course they cant, there is no common sense, in faith.


Pandji Pragiwaksono

(from : pandji.com)

--

I'm in. Who's with me ?

- Janice Nathania, satu dari sekian pemilik Jakarta